Pemerintah Larang TKW Kerja di Timur Tengah

Aug 30, 2017

Pemerintah Larang TKW Kerja di Timur Tengah

Eletours – Pemerintah secara resmi melarang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya wanita bekerja di Negara-negara Timur Tengah.

Seperti dilansir Kompas.com, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri mengatakan, sejak  tahun 2015 lalu pemerintah Indonesia sudah menghentikan pengiriman TKI ke wilayah Timur Tengah karena faktor keamanan dan keselamatan.

"Kalau ada yang mengajak kerja ke negara Timur Tengah jangan percaya karena sudah ditutup. Salah satu alasannya karena keadaan disana tidak mendukung perlindungan kepada TKI," ungkap Hanif saat mengunjungi Ponpes Pesantren Putra Putri Queen Assalam di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Sabtu (28/1/2017).

Larangan itu, kata dia, lebih khusus berlaku untuk negara Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Mesir, Oman, Palestina, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania.

Hanif menjelaskan, TKW yang mengalami kekerasan di Negara-negara itu selalu sulit untuk kembali ke tanah air.

Salah satu contoh kasus, kata dia, jika ada TKI yang mengalami kekerasan di sana dan melaporkan ke KBRI, mereka tidak bisa langsung dipulangkan ke tanah air tapi masih harus menunggu exit permit. Sementara Exit permit bisa dikeluarkan pihak imigrasi setelah mendapat ijin dan majikan.

"Sampai kiamat juga tidak akan pulang. Bisa pun harus menunggu pengampunan dari raja. Mudharatnya lebih banyak jadi itu pertimbangannya. Namun aturan tersebut hanya berlaku untuk pekerja di sektor rumah tangga," katanya.

Sementara itu, kata Hanif, untuk sektor lain seperti industri atau perawat di rumah sakit masih diperbolehkan.

Hanif juga mengingatkan agar pemerintah desa memberikan pelayanan dan perlindungan TKI sejak dini sehingga keselamatan mereka terjamin. (brvs)

Copyright © 2017. ELE Tours Middle East. Web Developer by: Leveloco